TUGAS STRUKTUR 05: E21
KEADAAAN SOSIAL DAN POLITIK
PENDAHULUAN
Prinsip
dari sebuah negara demokrasi adalah dengan menjunjung tinggi Konstitusi dan
ideologi dalam sebuah negara. Kebebasan dalam hak sosial dan politik menjadi
sebuah jaminan yang sangat diperlukan untuk dapat mencapai sebuah negara yang
menjunjung tinggi demokrasi sehingga aspirasi yang ada dapat tersalurkan dengan
baik.
Negara
juga harus membuka dan memberdayakan ruang publik secara optimal sebagai
instrumen warga dalam menyalurkan aspirasinya, serta menutup keran tumbuh
suburnya praktek politik uang baik di kalangan elit politik maupun di kalangan
masyarakat, karena dengan membiarkan politik uang berlangsung, maka tidak hanya
berimpilkasi melahirkan politisi yang korup dan mengekang hati nurani
masyarakat dalam memberikan partisipasi politiknya, namun juga berakibat
tercederainya suatu pemilu yang demokratis.
A.
profil daerah
Pada
pemilihan umum pilkada tahun 2024, Di Jakarta, pemilihan kepala daerah hanya
untuk gubernur sehingga pemilih hanya diberi satu kertas suara untuk dicoblos.
Jakarta menjadi satu-satunya daerah setingkat provinsi di Indonesia yang
menggelar pemilihan umum untuk memilih gubernur dan wakil gubernur saja, tanpa
memilih wali kota administrasi maupun bupati administrasi. Pemilihan ini
menjadi pemilihan pertama bagi Jakarta setelah keluar Undang-undang Nomor 2
Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta yang menjadikan Jakarta tidak
berstatus ibu kota negara.
Pemilihan
ini juga menjadi yang pertama kalinya hanya berlangsung satu putaran dimana
salah satu pasangan calon berhasil menang lebih dari 50%+1 pada pemilihan yang
diikuti oleh lebih dari dua pasangan calon.
Hasil pemilihan umum pilkada tahun 2024, DKI Jakarta.
KONDISI
SOSIAL DAN POLITIK
Pada
Pilkada DKI Jakarta 2017, polarisasi politik menjadi salah satu isu paling
dominan, dipicu oleh perbedaan pandangan ideologis, isu agama, dan etnisitas
yang mengemuka selama proses pemilihan. Polarisasi ini terlihat dari kampanye
yang sangat tersegmentasi, dengan masing-masing pasangan calon berusaha
menggalang dukungan dari basis pemilih yang terpolarisasi. Di satu sisi kubu
Ahok- Djarot dianggap mewakili kelompok nasionalis-sekular, sementara kubu
Anies-Sandi dianggap mewakili kelompok Islam-populis. Polarisasi ini dipicu
oleh khasus penistaan agama yang menjerat Ahok.
Pada tahun
2024, sempat terjadi politik kartel. Politik kartel merujuk pada fenomena di
mana partai-partai politik sebagian besar bergabung untuk mengkonsolidasikan
kekuasaan mereka, baik untuk memenangkan pemilihan maupun untuk mengendalikan
distribusi sumber daya politik dan ekonomi. Partai-partai ini bekerja sama
bukan hanya untuk mengamankan kemenangan bagi kandidat mereka, tetapi juga
untuk menjaga stabilitas kekuasaan yang telah mereka bangun.
ANALISIS
PRAKTIK DEMOKRASI
Perolehan
suara pada pemilihan umum legislatif 2024 di Jakarta terdapat 11 partai politik
dengan jumlah 106 Kursi di DPRD Jakarta. Aturan awalnya Partai politik atau
gabungan partai politik dapat mengajukan pasangan calon Gubernur dan Wakil
Gubernur jika memenuhi ambang batas 25% total suara sah atau 20% kursi di DPRD
Jakarta, sekitar 22 kursi dari 106 kursi. Tidak ada partai politik yang dapat
mengajukan pasangan calon tanpa melakukan kerjasama dengan partai politik
lainnya.
Namun pada
20 Agustus 2024, Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan keputusan MK No.
60/PUU-XXII/2024 dan keputusan MK No. 70/PUU-XXII/2024 yang mengabulkan
sebagian gugatan yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora terhadap UU
Pilkada.[6] Putusan ini dituangkan pada PKPU Nomor 8 tahun 2024.
Program
yang akan dituangkan oleh Calon Pasangan Gubernur 01 2024 adalah sebagai
berikut:
1. Membentuk manusia Pancasila yang berdaya saing,
setara, berdaya, dan berperadaban luhur.
2. Mewujudkan kota global yang berketahanan.
3. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
4. Membangun kota layak huni kelas dunia dengan
infrastruktur yang berkelanjutan.
5. Menghadirkan pemerataan pembangunan di semua
wilayah Jakarta.
6. Membentuk pemerintahan yang transparan,
transformatif, dan proaktif melayani.
Program yang akan dituangkan oleh Calon
Pasangan Gubernur 02 2024 adalah sebagai berikut:
- Mewujudkan transformasi Jakarta sebagai
pusat keunggulan pada tatanan nasional, regional dan global yang aman dan
beradab untuk melindungi keselamatan jiwa masyarakat.
- Mewujudkan reformasi regulasi dan tata
kelola Jakarta yang mengutamakan pemeliharaan kesehatan masyarakat melalui
pengobatan preventif yang aman dan beradab.
- Mewujudkan inovasi perbaikan desain tata
ruang Jakarta sebagai kota global untuk mengatasi kemacetan melalui
pengarusutamaan penelitian dan pengembangan.
- Mewujudkan akselerasi Jakarta sebagai
pusat perekonomian nasional yg teringerasi secara nasional, regional, dan
global dalam simpul pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya melalui
penguatan UMKM serta pemberdayaan masyarakat.
- Mewujudkan akselerasi ketahanan dan
keberlanjutan lingkungan Jakarta sebagai pusat transit regional dan global
yang tangguh untuk menanggulangi banjir dengan manajemen air hujan dan
sungai yang mengoptimalkan waduk, kanal, pompa, serta taman dan hutan kota.
- Mewujudkan penguatan konektivitas
informasi melalui transformasi Jakarta sebagai pusat keunggulan sumber
daya manusia yang fokus pada adab, kesetaraan sosial, profesional yang
terampil, praktis, dan kreatif.
- Mewujudkan reformasi teknologi yang tepat
guna dan hemat untuk mendukung strategi samudra biru dan bioekonomi
Jakarta sebagai kontributor utama perekonomian Indonesia.
TEORI YANG DIGUNAKAN
Pada pemilihan
gubernur tahun 2024 menggunakan metode Teori demokrasi deliberatif dikarena
pasangan gubernur memberikan suara kepada umum tentang program kerja apa saja
yang hendak dikerjakan. Teori deliberatif sendiri berarti pendekatan
demokrasi yang mengutamakan musyawarah, komunikasi publik, dan penalaran logis
dalam pengambilan keputusan, bukan sekadar suara mayoritas.
Tiga kekuatan demokrasi local:
- Partisipasi
warga negara:
Demokrasi
lokal secara langsung melibatkan masyarakat dalam proses pembuatan
keputusan. Hal ini meningkatkan partisipasi politik dan memastikan bahwa
kebijakan mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat.
- Penyelesaian
masalah yang efektif:
Dengan
mendekatkan pengambilan keputusan ke tingkat lokal, pemerintah dapat merespons
masalah dan kebutuhan spesifik komunitas dengan lebih cepat dan
efisien. Hal ini memungkinkan solusi yang lebih disesuaikan dan relevan
dengan kondisi lokal.
- Desentralisasi
kekuasaan:
Demokrasi
lokal mendistribusikan kekuasaan dari pemerintah pusat ke pemerintah
daerah. Ini menciptakan sistem checks and balances yang lebih kuat,
mengurangi beban pada pemerintah pusat, dan mendorong tanggung jawab yang lebih
besar di tingkat lokal.
TANTANGAN YANG DIHADAPI
Pasangan Anies-Sandi juga berjanji akan mengadakan layanan transportasi
terintegras. Dan yang cukup mengemuka adalah program untuk mengendalikan
harga-harga kebutuhan pokok dengan menjaga ketersediaan bahan baku dan
menyederhanakan rantai distribusi, serta menyediakan Kartu Pangan Jakarta untuk
meningkatkan daya beli warga tidak mampu. Program kerja Anies-Sandi ini juga
akan melibatkan revitalisasi pasar tradisional dan pedagang kali lima. Selain
itu, dijanjikan pula program transportasi murah, aman, dan nyaman untuk seluruh
warga Jakarta. Dengan program ini, Anies-Sandi menjanjikan integrasi antara bus
TransJakarta dengan angkutan umum di bawah Koperasi Wahana Kalpika (KWK).
Prinsipnya adalah dengan membangun sarana transportasi yang terjangkau untuk
seluruh warga Jakarta.
Dengan demikian, janji yang diberikan menjadi tantangan untuk pasangan
gubernur untuk memikirkan jalan keluar yang akan diambil untuk tidak sekedar
menjandikan nya formalitas semata. Dengan faktor penghalang seperti ekonomi, demografi,
geografis dan lainnya.
Komentar
Posting Komentar