Postingan

TIARA CAKAP E21

Di era globalisasi seperti sekarang, nasionalisme sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kuno dan tidak relevan. Banyak anak muda yang lebih bangga mengikuti tren luar negeri, mulai dari gaya hidup, bahasa, hingga pola pikir, dibandingkan memahami identitas bangsanya sendiri. Padahal, globalisasi bukan hanya soal kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, tetapi juga membawa tantangan besar bagi eksistensi nasionalisme Indonesia. Jika tidak disikapi dengan sikap kritis, pengaruh asing dapat perlahan menggerus rasa kebangsaan dan melemahkan integrasi nasional. Salah satu tantangan nyata nasionalisme di era kontemporer adalah polarisasi digital. Media sosial yang seharusnya menjadi ruang bebas berekspresi justru sering berubah menjadi arena perpecahan. Perbedaan pandangan politik, ideologi, bahkan selera budaya bisa memicu konflik berkepanjangan di ruang digital. Algoritma media sosial cenderung memperkuat opini yang sejalan dengan pandangan kita, sehingga tanpa sadar kita terjebak...

TIARA CAKAP E21

  Bagi saya, integritas adalah tentang kesesuaian antara apa yang kita pikirkan, katakan, dan lakukan, bahkan ketika tidak ada yang melihat. Kejujuran menjadi inti dari integritas itu sendiri. Sebagai mahasiswa, integritas bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga tentang proses yang dijalani untuk memperoleh nilai tersebut. Dunia kampus adalah tempat awal pembentukan karakter, sehingga apa yang saya biasakan selama kuliah akan sangat memengaruhi sikap saya di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat nantinya. Karena itu, integritas menurut saya menjadi hal yang krusial dan tidak bisa ditawar bagi seorang mahasiswa. Dalam konteks akademik, kejujuran sering kali diuji dalam situasi yang terlihat sepele, tetapi sebenarnya berdampak besar. Godaan untuk melakukan plagiarisme, titip absen, atau bekerja sama saat ujian bukanlah hal asing di lingkungan kampus. Saya sendiri pernah berada di posisi dilema ketika tenggat tugas semakin dekat, sementara waktu dan tenaga terasa sangat terbat...

TIARA CAKAP E21

  Indonesia merupakan negara kesatuan yang menerapkan sistem desentralisasi melalui otonomi daerah. Sistem ini memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan sesuai dengan cara dan kebutuhan wilayahnya masing-masing. Di sisi lain,dari pengamatan saya sendiri pemerintah pusat tetap memegang peranan penting dalam menetapkan kebijakan nasional guna menjaga kesatuan bangsa, pemerataan pembangunan, serta pencapaian tujuan nasional. Dalam praktiknya, menyelaraskan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat dengan realitas yang dihadapi Pemerintah Daerah bukanlah hal yang mudah, melainkan sebuah tantangan yang kompleks dan berkelanjutan. Salah satu tantangan utama dalam harmonisasi kebijakan pusat dan daerah adalah perbedaan kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan geografis antarwilayah. Kebijakan nasional umumnya disusun dengan pendekatan makro dan bersifat umum agar dapat diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Namun, pendekatan tersebut s...

TIARA CAKAP E21

  HAK WARGA NEGARA YANG RELAVAN DENGAN KEHIDUPAN MAHASISWA       ABSTRAK   Hak warga negara merupakan bagian dari akar kehidupan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk bagi mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa. untuk itu yang akan kami bahas saat ini adalah hak warga negara dalam kehidupan mahasiswa, khususnya hak memperoleh pendidikan, kebebasan berpendapat, perlindungan hukum, serta hak memperoleh rasa aman dan bebas dari diskriminasi. melalui pengamatan dalam kehidupan kampus, saya menyampaikan bahwa pemahaman hak tidak hanya diartikan sebagai fasilitas yang diberikan negara, tetapi juga sebagai dasar pembentukan sikap bertanggung jawab, kritis, dan beretika dalam kehidupan bermasyarakat.   PENDAHULUAN   hak warga negara adalah segala sesuatu yang menjadi hak dimiliki dan diterima individu sebagai anggota suatu negara, yang dijamin serta dilindungi oleh hukum untuk hidup layak, bebas, dan bermartaba...

TUGAS MANDIRI 07:E21

  Ringkasan Pasal-Pasal Penting UUD 1945 Terkait Sistem Pemerintahan Pasal 1 ayat (3): isi pokok: Negara Indonesia adalah negara hukum, dan bukan negara kekuasaan. relevansi terhadap sistem pemerintah: Pemerintah harus bertindak berdasarkan hukum, bukan kehendak individu karena pembelaan pribadi Pasal 7: isi pokok: Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama 5 tahun dan dapat dipilih kembali satu masa jabatan relevansi terhadap sistem pemerintah: pemerintah tidak boleh berulang-ulang menjabat suatu presiden karena kepentingan dalam aspek apapun. Pasal 5 ayat (1): isi pokok: Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang (RUU) kepada DPR. relevansi terhadap sistem pemerintah: Menunjukkan fungsi legislasi terbagi antara eksekutif dan legislatif. Pasal 2 & 3: isi pokok: Menjelaskan tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) relevansi terhadap sistem pemerintah: MPR berwenang mengubah dan menetapkan UUD, melantik presiden/wakil presiden, dan memberhentikan merek...

TUGAS MANDIRI 05: E21

 ANALISIS VIDIO Judul Webinar: “Masa Depan Demokrasi Indonesia di Era Disinformasi Digital” Penyelenggara: Kompas Institute dan Universitas Indonesia Pembicara: Dr. Sri Bintang, M.Si. (ahli politik digital) dan Dr. Nadia Rahma (peneliti komunikasi politik) Tanggal Tayang: 10 Oktober 2025 Dalam konteks vidio tersebut, demokrasi pasca-Reformasi menghadapi masalah. Di satu sisi, kebebasan berekspresi meningkat pesat; di sisi lain, muncul masalah yang tidak bisa di tangani dengan kedewasaan politik. Fakta dari Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2024 mendapat skor  74,5. menandakan demokrasi berjalan, tetapi kualitasnya stagnan akibat lemahnya budaya dialog dan meningkatnya intoleransi daring.  Materi webinar berhasil membuka pemahaman bahwa demokrasi tidak hanya soal pemilu yang bebas, tetapi juga kualitas public speaking. Namun, perlu ada keputusan yang menghubungkan teori dengan praktik, seperti: Pendidikan kewarganegaraan digital di kampus dan sekolah. Tr...

TUGAS MANDIRI 04: E21

  Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman: Tantangan dan Solusi bagi Integrasi Nasional Indonesia Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat majemuk. Dengan lebih dari 1.300 suku bangsa, 700 bahasa daerah, serta berbagai agama dan kepercayaan, Indonesia merupakan miniatur dunia dalam hal keberagaman budaya. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi dasar ideologis yang menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang menyatukan. Namun, di tengah kemajuan teknologi, arus globalisasi, dan dinamika politik, menjaga persatuan nasional menjadi tantangan besar yang perlu terus diupayakan. Persatuan Indonesia bukanlah sesuatu yang terjadi secara alami, melainkan hasil dari perjuangan kolektif yang terus diperbarui. Dalam konteks modern, persatuan bukan berarti keseragaman, tetapi kemampuan untuk hidup harmonis dalam perbedaan. Tantangan seperti intoleransi, kesenjangan sosial, dan polarisasi politik dapat diatasi jika nilai-nilai Pancasila dan semangat gotong royong...